MAKASSAR | Bukan di mimbar tinggi atau aula mewah, kebenaran itu justru terhampar di meja kayu warkop. Kamis (16/10/2025) Pagi ini.
Captain Masdar Pante, yang dikenal karena latar belakangnya sebagai pandu kapal dan aktivis sosial, tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga menyuguhkan filosofi hidup yang berakar pada prinsip-prinsip keagamaan dan kemanusiaan.
Saat duduk bersama Captain Masdar Pante saat di wawancara ia menyampaikan tentang sebuah arti Kebenaran:
Kebenaran Pertama ada pada Kekuatan Silaturahmi. Inti dari setiap pertemuan “Kopi Da’wah” adalah pesan yang selalu digaungkan oleh Captain Masdar: pentingnya memperluas dan mempererat silaturahmi.
Ia menjelaskan, sesuai anjuran agama, silaturahmi bukan sekadar memperpanjang usia, tetapi juga membuka pintu rezeki, memperluas jaringan Persaudaraan, dan memperkuat ukhuwah islamiah.
Di tengah masyarakat yang semakin individualistis, warkop yang terletak di bilangan jalan Kumala ini menjadi oase di mana orang-orang dari berbagai latar belakan duduk bersama, menanggalkan sekat, dan saling berbagi nasehat sebuah arti tentang kebenaran.
Kebenaran Kedua: Pengabdian Sejati. Captain Masdar Pante seringkali berbicara tentang ‘pengabdian’ yang melampaui sekat profesi atau ambisi politik.
Meski memiliki kesibukan dan dikenal luas, ia berprinsip bahwa pengabdian kepada sesama dan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa adalah tujuan hakiki.
Kopi Da’wah adalah wujud nyata dari pengabdian itu: memberikan waktu, perhatian, dan nasihat positif kepada siapa saja yang datang, tanpa memandang status.
Ia menunjukkan bahwa memberikan kebaikan dan nasehat sesama tidak harus menunggu jabatan atau kekayaan, tetapi bisa dimulai dari percakapan jujur di warkop.
Kebenaran Ketiga: Nilai Tradisional dalam Hidup Modern. Warkop tradisional yang terkenal di bilangan jalan Kumala ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai luhur dan kearifan lokal dapat bertahan dan relevan di era modern.
Sambil menyeruput kopi hitam ala Makassar, Tidak melupakan akar budaya dan spiritualitas di tengah derasnya arus globalisasi.
Kopi Da’wah mengajarkan bahwa kebenaran sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan, keakraban, dan kearifan yang diwariskan oleh leluhur.
Captain Masdar Pante telah mengubah warkop di bilangan Jalan Kumala dari sekadar tempat minum kopi menjadi “Kopi Da’wah” tempat menyampaikan arti sebuah kebenaran tentang hidup, agama, dan persaudaraan disajikan hangat, sama hangatnya dengan secangkir kopi hitam yang dihidangkan.
Kopi Da’wah ini membuktikan: Bahwa kebenaran tertinggi ada ketika ketaatan spritual berjalan seiring dengan waktu.(**)
*/Red-st
















