MAKASSAR | Malam hari di bilangan Jalan Nuri tidak pernah benar-benar sepi. Di antara deretan lampu jalan dan hilir mudik kendaraan, terdapat sebuah titik kumpul yang unik dan penuh nilai historis. Ialah Warung Kopi (Warkop) PARDOKO, sebuah kedai sederhana yang kini menjadi magnet bagi para kolektor benda-benda seni bernilai tinggi.

iklan

​Bukan sekadar tempat menyeruput kopi, Warkop PARDOKO telah menjelma menjadi wadah pemersatu bagi para pedagang serta pencinta batu permata dan benda pusaka.

Warkop PARDOKO Mulai buka pukul 19:00 WITA, warung ini mulai dipadati pengunjung yang datang membawa koleksi kesayangan mereka, mulai dari batu mulia dengan kilau memukau hingga bilah pusaka yang sarat akan nilai budaya.

​Ruang Diskusi dan Silaturahmi, ​Di bawah temaram lampu warung, transaksi dan diskusi mengalir hangat.

Para pengunjung tidak hanya datang untuk berjual beli, tetapi juga untuk berbagi ilmu mengenai keaslian batu, jenis-jenis serat permata, hingga sejarah di balik sebuah benda pusaka.

​”Di sini bukan cuma soal harga, tapi soal persaudaraan. Kami berkumpul untuk menjaga silaturahmi sekaligus melestarikan kecintaan pada kekayaan alam dan budaya kita,” ujar salah satu pengunjung setia, Kamis (22/1/2026).

Warkop PARDOKO ​Buka Hingga Larut Malam, ​Keunikan Warkop PARDOKO terletak pada jam operasionalnya yang menyasar waktu santai.

Beroperasi hingga tengah malam, tempat ini memberikan ruang bagi mereka yang ingin melepas penat setelah seharian bekerja sambil memandangi koleksi permata di bawah cahaya sinar lampu.

​Bagi Anda yang berada di sekitar bilangan Jalan Nuri dan memiliki ketertarikan pada dunia batu mulia atau benda pusaka, Warkop PARDOKO adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk sekadar bertukar sapa atau menambah koleksi pribadi.(*)

*/Red-Rusman-kio